Enesis Group adalah perusahaan FMCG asal Indonesia yang berdiri sejak 1988 dan berada di balik merek-merek yang akrab di rumah tangga Indonesia: Adem Sari, Soffell, Vegeta, Kispray, Antis, Plossa, Amunizer, dan Force Magic. Soffell tercatat sebagai lotion anti nyamuk pertama di Indonesia, dan kini produk Enesis dipasarkan ke berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.
Dengan dua pabrik bersertifikat GMP dan ISO serta lebih dari 3.000 karyawan, Enesis Group dikenal lewat merek-merek peraih penghargaan seperti Top Brand Award. Skala dan reputasi seperti ini menuntut satu hal yang sama di setiap lini: orang yang tepat di posisi yang tepat.
Di Enesis Group, mencari orang yang tepat bukan hanya tugas tim HR. Setiap leader ikut mewawancarai kandidat untuk timnya sendiri. Masalahnya, apa yang terdengar meyakinkan di ruang interview tidak selalu terbukti setelah kandidat bergabung.
Untuk menjawab tantangan ini, Enesis Group bekerja sama dengan Human Care Consulting (HCC) menyelenggarakan training Behavioral Event Interview (BEI) bagi para leader-nya pada September 2026. Berikut cerita dari tiga orang yang terlibat langsung.

Tantangan: Interview Tanpa Arah yang Jelas
Bagi Adi Sulistyo, Head Supply Chain Finance Enesis Group, persoalannya terasa klasik. Apa yang dibicarakan saat interview sering tidak sepenuhnya tergambar, dan baru ketahuan setelah kandidat bekerja.
“Tantangan terbesar dalam proses interview adalah benar-benar mengetahui potensi dan kompetensi dari kandidat tersebut.” — Adi Sulistyo, Head Supply Chain Finance
Ardiantara, Head of Human Resources Enesis Group, melihat akar masalahnya dari sisi user, yaitu leader yang menjadi interviewer.
“User sering kali kebingungan terhadap job spec dan man spec yang mereka cari dari seorang kandidat. Karena bingung, saat interview tidak ada fokus yang jelas, apa yang mau dikejar.” — Ardiantara, Head of Human Resources
Akibatnya, kandidat yang sudah dinilai cocok oleh HR bisa saja tertahan di tahap user, karena user sendiri belum yakin seperti apa kandidat yang diharapkan.
Pendekatan: Training Berbasis Kompetensi Enesis Sendiri
Di Enesis Group, kompetensi people manager adalah kompetensi wajib bagi semua level leader. Termasuk di dalamnya kemampuan mewawancarai kandidat. Karena itu, training tidak memakai contoh generik, melainkan disusun di atas enam kompetensi leader yang sudah dimiliki Enesis Group.
Training ini menggabungkan tiga elemen:
- Kerangka STAR dan wawancara berbasis kompetensi. Peserta belajar memahami spesifikasi yang dicari, lalu menggali pengalaman kandidat secara terstruktur.
- Role play dengan kasus nyata. Skenario disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kompetensi yang memang perlu digali di Enesis Group.
- Latihan interview dengan AI. Peserta berlatih mewawancarai kandidat yang diperankan AI, termasuk tipe kandidat yang sulit digali, lalu menerima masukan tentang cara menggalinya.
“Senang sekali di sesi training ada role play, dan real case-nya disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sesuai dengan kompetensi yang memang perlu digali. Ini sangat bermanfaat buat kami para leader di Enesis Group.” — Aep Burhanudin, Head of Organizational Development, Learning, Culture, and Performance

Latihan dengan AI: Menambah Jam Terbang Interviewer
Bagian yang paling menarik perhatian Ardiantara adalah latihan interview menggunakan AI. Menurutnya, AI tidak menggantikan pertemuan langsung dengan kandidat, tetapi memperkaya pengalaman interviewer sebelum menghadapi kandidat sungguhan.
“Walaupun tidak bertemu langsung dengan kandidat, AI ini menambah exposure. User jadi tahu bagaimana cara menggali kandidat yang sulit digali. Kandidat yang overselling, misalnya, AI juga memberi tahu bagaimana cara menggalinya.” — Ardiantara
Ia melihat pendekatan ini sebagai terobosan, karena user bisa berlatih sendiri dan lebih siap menghadapi berbagai tipe kandidat saat interview langsung.
Hasil: Interviewer yang Lebih Terarah
Perubahan paling nyata terasa pada cara leader menyiapkan dan menjalankan interview.
“Setelah menjalani role play, apa yang selama ini saya kira saya tahu tentang interview kandidat ternyata berubah total. Ternyata harus lebih terstruktur, juga harus ada behavioral-nya, event-nya.” — Adi Sulistyo
“Ketika melakukan interview, user lebih punya arahan: saya harus menggali seperti apa, dan orang seperti apa yang saya cari, sehingga fit untuk posisi yang sedang dicari.” — Ardiantara
Adi menutup kesannya dengan singkat: training ini sangat positif dan sangat ia rekomendasikan.
Lebih dari Training: Kemitraan dalam Asesmen Talenta
Kerja sama Enesis Group dan HCC tidak berhenti di training interviewer. Enesis Group juga mempercayakan asesmen potensi dan kompetensi kepada HCC, termasuk asesmen untuk program management trainee.
“Yang saya suka dari HCC adalah cepat, kualitasnya oke, dan harganya affordable untuk size company seperti Enesis. Tapi yang paling diunggulkan adalah fleksibilitasnya. HCC bisa mengikuti kompetensi yang kita inginkan, tipikal kandidat seperti apa, model asesmen seperti apa, dan selalu memberikan insight sehingga kita semakin kaya melihatnya.” — Ardiantara

Ingin Melatih Interviewer di Organisasi Anda?
HCC merancang pelatihan interviewer yang disesuaikan dengan kerangka kompetensi organisasi Anda, lengkap dengan role play kasus nyata dan latihan berbasis AI. Untuk memahami teknik dasarnya, baca juga artikel kami tentang teknik probing dalam behavioral interview. Diskusikan kebutuhan organisasi Anda dengan tim HCC.




